Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2011

Pilihan

Anda memiliki pilihan. Anda selalu memiliki pilihan! Setiap hari dalam kehidupan Anda, Anda bangun dengan kekuatan Alam Semesta yang tidak terbatas di bawah perintah Anda. Kekuatan yang tidak terbatas, kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang besar, kekuatan fenomenal! Apa kekuatan alam semesta ini? Cukup sederhana, kekuatan ini adalah kemampuan Anda untuk memilih pikiran Anda.
Anda, dan hanya Anda, satu-satunya yang memutuskan apa yang Anda pikirkan dari waktu ke waktu. Kapanpun Anda dapat memutuskan untuk mengambil jalan sulit menuju kesuksesan dan kemakmuran dengan memilih untuk menjalani kehidupan dengan semangat, mengalami kemuliaan kehidupan yang penuh dalam semua kecemerlangannya, atau Anda dapat mengambil jalan mudah menuju kehidupan yang biasa-biasa saja.
Kualitas pikiran Anda menentukan kualitas kehidupan Anda. Melalui tulisan ini, saya ingin Anda mengetahui bahwa apa yang Anda pikirkan selalu merupakan pilihan Anda, dan terserah pada Anda untuk megendalikan kekuatan luar biasa ini.
Pilihlah pikiran mengenai kepuasan dan bukannya keputusasaan, kebahagiaan dan bukannya air mata, serta kesehatan yang baik dan bukannya penyakit. Pilihlah pikiran mengenai tindakan dan bukannnya keragu-raguan, pertumbuhan dan bukannya stagnasi, serta kebersamaan dan bukannya kesendirian. Pilihlah pikiran mengenai kekuatan dan bukannya ketakutan, semangat dan bukannya rasa apatis, serta cinta, bukannya kemarahan.
Pilihlah untuk mengisi pikiran Anda dengan pikiran-pikiran positif mengenai kelimpahan alam semesta yang luar biasa di sekeliling Anda. Secara langsung, Anda akan mewujudkan kedalam kehidupan Anda berbagai hal-hal baik yang dapat ditawarkan oleh kehidupan; seluruh cinta dan tawa; seluruh kenikmatan dan kebahagiaan; seluruh kenyamanan dan kesuksesan, seluruh kepercayaan diri dan spontanitas; seluruh kesehatan, kekayaan, kebijaksanaan dan pencapaian akan segala yang dapat Anda inginkan. Ini semua tersedia bagi Anda sekarang, jika saya memutuskan. “Ya, ini adalah apa yang benar-benar saya inginkan untuk hidup saya.”
Pilihlah untuk mengendalikan dan menggunakan kekuatan luar biasa dari pikiran Anda ini untuk mengarahkan nasib utama Anda. Pilihan adalah kekuatan terbesar Anda!




Kamis, 14 Juli 2011

Sabar Menghadapi Cobaan

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita?
Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.
Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepada-NYA. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada.
Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.
Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah?
Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke “orang pintar” agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke “kursi” yang lebih empuk?
Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama?
Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.
Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, “Yah.. Sabar kan ada batasnya.” Atau lidah kita berseru, “Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?” Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.
Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.
Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.
Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang?
Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita?
Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru?
Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan?
Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan “hadiah” yang setimpal di hari penghakiman nanti.
Sudah siapkah kita menerima “hadiah” yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti?



Rabu, 13 Juli 2011

Hidup Menyenangkan dengan syukur

“Joy is a heart full and a mind purified by gratitude. – Kebahagiaan dalam hati dan pikirandimurnikan oleh rasa syukur.” [Marietta McCarty, penulis warga negara Amerika Serikat]
Kesibukan dan tekanan hidup seringkali membuat kita lupa bersyukur, yaitu berterima kasih atas segala karunia Tuhan YME. Sesunguhnya ada banyak hal berupa kemudahan dan anugrah luar biasa dari Sang Maha Pencipta yang kita terima setiap hari. Bila kita banyak bersyukur atas semua anugrah tersebut ini akan memberi berjuta manfaat dan menjadikan hidup ini sangat menyenangkan.
Manfaat syukur akan kembali kepada orang yang bersyukur, dan salah satunya adalah menjadikan hati ini lebih tentram. Sebab bersyukur sama dengan mengingat kebaikan-kebaikan yang diberikan oleh Tuhan. Orang yang paling bahagia adalah orang yang pandai bersyukur.
Dalam hal ini saya mengutip rilis dari sebuah media mengenai Michael Inzlicht, dari University of Toronto, yang telah melakukan beberapa penelitian bahwa mengingat Tuhan itu akan memberikan rasa tentram. “Memikirkan tentang hal yang religius akan membuat kita lebih tenang ketika kita dihadapkan dengan hal yang membuat stres seperti melakukan kesalahan,” katanya.
Orang yang selalu bersyukur adalah orang yang merasa dalam curahan karunia dan kasih sayang-Nya. Karenanya, orang yang selalu bersyukur itu selalu dapat berpikir bahwa segala sesuatu pasti memiliki manfaat positif di kemudian hari. Kalaupun ditimpa cobaan atau memiliki kekurangan, rasa syukur itu akan membantu dirinya kembali memperoleh semangat untuk menghasilkan karya yang inspiratif, mengalahkan tantangansukses, berprestasi, dan mencapai segala impian.
Bersyukur atas apapun realita hidup yang kita terima ini dapat mengatasi perasaan putus asa. Ketidaksempurnaan, kehilangan atau kerugian apapun memang dapat mengecilkan hati, kecewa, dan putus asa. Namun dengan senantiasa mensyukuri karunia apapun yang kita terima, ini akan membantu kita lepas dari perasaan putus asa.
“The seeds of discouragement cannot take root in a grateful heart. – Benih-benih keputusasaan tak akan dapat berakar di hati yang penuh rasa syukur,” kata Oel Olsteen, penulis buku Living Your Best Life Now.
Dalam hidup ini kita menerima banyak sekali karunia, berupa sehat, sukses, pintar, anggota tubuh, dan lain sebagainya. Rasa syukur itu akan membantu kita untuk menghargai apapun yang kita miliki. Dengan syukur, segala sesuatu menjadi penuh berkah dan manfaat.
Bersyukur atau berterima kasih kepada Tuhan atas segala karunia-Nya merupakan komponen kunci untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan. Kemampuan tiap orang untuk bersyukur dapat dikembangkan dari waktu ke waktu. Seperti kemampuan lainnya, kemampuan untuk selalu bersyukur berkembang jika dilatih dan dibiasakan terus menerus.
Sebuah cara yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan rasa syukur adalah menuliskan atau mengingat beberapa hal yang Anda syukuri setiap hari. Jurnal rasa syukur ini merupakan cara yang baik untuk memulai rasa syukur yang lebih besar dalam hidup Anda. Contoh hal kecil namun patut disyukuri adalah menikmati cuaca yang baik sehingga bisa jalan-jalan atau beraktifitas dengan lancar, tidak kesulitan mendapatkan makanan dan minuman, tidak kesulitan bernafas dan lain sebagainya. Jika terus dikumpulkan, suatu saat kita akan takjub karena demikian besar karunia Sang Pencipta yang telah kita terima dan nikmati.
Keyakinan dan bekerja sebaik mungkin merupakan bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan YME. Selain itu, wujudkan rasa syukur dengan berdoa dan beribadah. Rasa syukur juga dapat dilakukan dengan berbagi kepada orang lain, berupa ilmu, harta, kemampuan dan lain sebagainya.
Upayakan untuk menghiasi pikiran dan sikap dengan rasa syukur kapanpun dan dimanapun. Hal itu dapat mempengaruhi sikap mental menjadi lebih positif. Dengan begitu Anda perlahan-lahan mulai menarik hal-hal positif ke dalam kehidupan Anda.
Di balik segala sesuatu yang kita keluhkan pasti ada satu hal yang dapat kita syukuri. Bersyukurlah karena pada akhirnya Anda akan dapat melihat lebih banyak hal positif di dalam diri Anda. Beberapa kalimat inspiratif yang saya kutip dari sebuah media online berikut ini mudah-mudahan dapat senantiasa mengingatkan kita semua untuk selalu bersyukur.
•Hari ini sebelum kita berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar – Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
•Sebelum kita mengeluh mengenai cita rasa makanan yang kita makan – Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
•Sebelum kita mengeluh tentang pacar, suami atau isteri kita – Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
•Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup kita– Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat dipanggil Tuhan.
•Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita – Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
•Sebelum kita bertengkar karena rumah kita yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai – Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
•Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh – Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
•Dan ketika kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan kita – Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaan.
•Sebelum kita menuding atau menyalahkan orang lain – Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
•Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkan kita – Pasanglah senyuman di wajah kita dan berterima kasihlah pada Tuhan karena kita masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah dengan baik dan penuh rasa syukur.


Tentang Kehilangan

Minggu terakhir ini saya banyak mendapat berita duka. Berita kehilangan cinta dan tentang perasaan khususnya dari sahabat-sahabat saya.
Susah-susah gampang kalau sudah menyangkut masalah perasaan. Bahkan seorang Albert Einstein pun “angkat tangan” tentang ini. “Beri saya masalah apapun, kecuali cinta” ucap penemu E=Mc2 tersebut.
Masalah cinta adalah masalah perasaan, tentang yang tak tampak dan bahkan sulit untuk digambarkan, hanya bisa dirasakan. Dan hanya segelintir orang yang bisa dengan “mulus” mengalami perasaan tersebut, selebihnya hanya akan meninggalkan duka dan lara.
Ketika kita memulai cinta, kita mulai dengan tawa tapi acapkali berakhir dengan sebuah tangisan. Menyedihkan namun proses kehilangan tersebut mau tak mau harus dialami orang yang tengah mencinta, kita mengatakannya sebagai sebuah konsekuensi. Masalahnya banyak dari kita yang tak sanggup menerima resiko tersebut. Kalau dianalogikan dalam sebuah bentuk kontrak, resiko “patah hati” adalah “term of rule”, sebuah peraturan yang kadang tidak kita perhatikan tetapi sangat penting dalam sebuah kontrak. Acapkali kita menyetujui adanya resiko tersebut tetapi tidak memahami. Sehingga ketika “patah hati” tersebut datang yang ada hanyalah sebuah penyesalan dan proses salah-menyalahkan.
Banyak hikmah yang saya ambil dari semua kegagalan yang dialami oleh sahabat-sahabat saya dan termasuk saya. Personally saya mengartikan hikmah tersebut sebagai sebuah refleksi-diri agar saya dan orang sekitar dapat belajar dari hal tersebut, syukur-syukur bisa tidak mengulangi hal yang sama kedepannya.
Hal pertama adalah Quantity VS Quality: banyak dari sahabat-sahabat saya yang menjalani hubungan dalam waktu yang cukup lama (dalam hal ini saya sebut sebagai faktor “Quantity”) tetapi hubungan tersebut jarang yang memiliki “Quality” (sekali lagi apa yang saya uraikan ini adalah murni my personal interpretation). Quality atau kualitas dalam hal ini adalah tujuan hubungan. Sering terlena akan kalimat “kita jalani saja” sehingga sering out-of-focus, hubungan menjadi “menggantung” dan tidak jelas. Sehingga ujung-ujungnya hubungan semakin lama semakin hambar dan akhirnya bubar.
Hal kedua adalah bahwa Jodoh adalah tentang durasi: saya percaya bahwa jodoh manusia lebih kepada tentang sebuah durasi. Ada yang berdurasi panjang, ada juga yang pendek. Jodoh manusia itu banyak cabang. Ketika durasi kita habis dengan yang satu, maka akan selalu ada jodoh yang lain. Saya salut dengan orang-orang yang bisa survive kembali ketika cintanya kandas dan tetap optimis untuk menemukan cinta yang baru. Ini bukan berarti cepat melupakan tapi life must go on. Hidup terlalu indah untuk kita tangisi dan hidup terlalu manis untuk menjadi pesimis.
Menangis lah sejadi-jadinya tapi pastikan untuk tidak menangisi hal yang sama esok hari: kehilangan adalah hal yang menyakitkan. Sedih? Wajar. Mau menangis? Silahkan. Tapi pastikan tangisan tersebut hanya akan ada untuk hari ini, bukan untuk waktu yang lama dan mengakumulasi menjadi sebuah penderitaan yang panjang. Kesedihan tanpa akhir tersebut hanya akan menyiksa diri dan orang-orang yang kamu sayangi. Perlu untuk diingat bahwa tangisan hari ini adalah sebuah senyuman di esok hari. Yakinlah bahwa akan selalu ada hikmah. Kita hanya akan tahu rasanya manis ketika kita mengalami rasa pahit.
Tak ada yang abadi: kenapa kita begitu berduka ketika jalan cinta tidak berjalan dengan mulus hingga kejenjang yang dituju? Sedangkan sebenarnya kita sebagai manusia tahu bahwa semua di dunia ini tidak ada satu pun yang kita miliki. Bahkan Tuhan pun hanya “menitipkan” seorang anak kepada orangtua, Tuhan tidak pernah “memberikan”. Bahkan secara ekstrem, kita sendiri hanya lah milik Tuhan. Begitu juga pasangan. Jangan pernah merasa akan memiliki seutuhnya. Jika sudah waktunya “pergi” maka relakan lah. Yakinlah bahwa akan selalu ada yang terbaik disiapkan untuk kita. Dan sekali lagi itu hanyalah titipan, bukan kepemilikan secara utuh.
Jangan pernah berkata bahwa kamu mengetahui dia seutuhnya. Pengalaman yang sangat mengena pada saya adalah mengetahui kenyataan bahwa waktu yang dihabiskan bersama bukanlah patokan. Sedikit mereview hubungan seorang sahabat yang sudah 7 tahun bersama tetapi harus pisah ditengah jalan memberikan pelajaran berarti bagi saya, bahwa kadang orang yang kita anggap sudah sangat tahu tidak lah pernah kita tahu. Manusia berubah tiap detik, sadar atau tidak disadari. Dan siap tidak siap kita harus siap menerima itu semua, terlebih ketika semua solusi tidak dapat memberikan arti.
Time will always kills the pain. Waktu adalah jawaban. Ketika cinta mengatakan selamat tinggal, maka hanya waktu yang akan mengobatinya. Waktu yang akan memulihkannya. Kita tidak pernah benar-benar melupakan seseorang, yang hanya kita lakukan adalah berdamai dengan hati dan berusaha untuk hidup tanpa seseorang tersebut. Sekali lagi hanya waktu yang akan memberikan penyadaran dan self-healing.
Dukungan keluarga dan sahabat. Last but not least semua dari kita akan selalu membutuhkan orang lain, keluarga dan sahabat. Untuk berbagi rasa dan mengurangi beban yang pastinya menyesakkan dada. Menumpahkan rasa pada orang yang kita percaya juga obat mujarab dalam meredam rasa kehilangan.
Sahabat-sahabat ku yang tengah gundah dan bersedih, yakinlah bahwa kesedihan yang kini tengah tertoreh didalam hati akan selalu ada penawarnya, yang dibutuhkan hanyalah membuka hati dan mau bangkit lagi. Ketika jatuh, jangan terpuruk terlalu lama tapi bangkitkan kekuatan diri untuk bangkit, berdiri dan bahkan berlari.
Catatan ini sepenuhnya saya dedikasikan untuk sahabat-sahabat saya yang tengah berduka dan sebagai “pengingat” bagi siapa saja baik yang kini tengah jatuh cinta ataupun yang tengah bingung dengan kisah cintanya. Bukan untuk menggurui tetapi hanya ingin berbagi dan saling mengingatkan.
Ica DBrain for DBRAINology -www.dbrainology.com


Selasa, 12 Juli 2011

Agar hidup Lebih Bahagia

1. Jangan Takut dan Khawatir

Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?


2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam
Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.
3. Fokus Pada Satu Masalah
Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress.
4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda
Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak.
5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan

Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.

6. Jangan Hidup di Masa Lalu

Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.
7. Jadilah Pendengar yang Baik

Mungkin sebagian besar orang termasuk saya  susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.


8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda
Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.

9. Bersyukurlah Selalu

Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.



Senin, 11 Juli 2011

Kasih Sayang Hewan

Kasih sayang, kata itu memang tak asing lagi di telinga kita. Tapi bagaimana perasaan Anda bila melihat kasih sayang yang satu ini?











Lihat, betapa hewan juga memiliki rasa kasih sayang yang besar. hewan yang tak memiliki akal, primitif,dan memiiki derajat di bawah manusia bisa melakukan hal tersebut, bagaimana dengan kita? egoisme, kesombongan, gila harta dan kekuasaan menguasai hati dan pikiran.

Kita punya hati dan akal, sudah sepantasnya kita dapat berbuat lebih baik lagi dari yang dapat dilakukan oleh hewan. bila binatang mampu melakukannya, kenapa kita tidak?


Manusia dan Harapan


A. PENGERTIAN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.




Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing, Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan"
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
* keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
* pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih
baik atau meningkat.

B. APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN ?
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.

Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan scbagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dcngan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang
salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.

Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan,
dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.
Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah
maupun kemampuan berpikimya.
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia
mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah :
a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)


C. KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.



Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan - langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.

BERBAGAI KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

1. Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.

2. Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.

3. Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.

4. Kepercayaan kepada Tuhan

Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.


D. HARAPAN TERAKHIR

Dalam hidup di dunia, manusia dihadapkan pada persoalan yang beragam, baik itu masalah positif maupun negative. Untuk menghadapi persoalan hidup tersebut manusia perlu belajar dari manusia lainnya baik formal maupun informal agar memiliki kehidupan yang sejahtera menurut Aristoteles, hidup dan kehidupan itu berasal dari generation spontanea, yang berarti kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Kebutuhan manusia terbagi atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Ada yang dalam pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan kehidupan duniawi namun juga ada yang sebaliknya. Terkait dengan tingkat kesadaran kehidupan beragama, manusia akan semakin yakin bahwa mereka akan mati. Dunia serba gemerlap hanya akan ditinggalkan dan akan hidup abadi di alam akhirat.
Dengan pengetahuan serta pengertian agama tentang adanya kehidupan abadi di akhirat, manusia menjalankan ibadahnya. Ia akan menjalankan perintah Tuhan melalui agama, serta menjauhkan diri dari larangan yang diberikan-Nya. Manusia menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk yang tidak berdaya di hadapan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkannya demi kehidupan yang abadi di akherat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan harapan terakhir manusia.


Sabtu, 09 Juli 2011

IMAN DAN KEHIDUPAN

“Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup
sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita”


MUNGKIN kita sering membaca dan mendengar kata2 tersebut TAPI SEJAUH mana kita memahaminya????

MARILAH KITA BELAJAR BERSAMA UNTUK MEMBUKA HATI 

Seberat apapun beban hidup kita hari ini ...
Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi...
Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani..
Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai..
Sejenuh apapun hari hari kita lalui...
Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Tuhan ..
Jangan pernah berhenti berdoa kepada Tuhan

Karena harapan adalah masa depan
Karena harapan adalah sumber kekuatan

Karena doa adalah pintu kebaikan
Karena doa adalah senjata orang beriman.

Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinyahidup ini, jenuh dan membosankan.
Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia.

Hari hari yang kita lalui hampa tiada arti.
Kegagalan kita temui disana sini. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti.Beban hidup tarasa berat menjerat.
Bagi mereka yang tidak punya iman, mengakhiri hidup yang indahini seringkali menjadi pilihan.
Hidup ini hanya sekali, terlalu indah untuk kita buat sia sia, karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia sia.

Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi.
Betapa indahnya hidup ini bila hari hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan.

Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan, kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil hikmah dari setiap kejadiaan.
Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. Bila ia terletak di tanah basah, suatu saat ia akan berkarat, tidak memiliki guna, terinjak, bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. Tapi bila kita bisa menempatkannya ditempat yang tepat, kita tancapkan pada sebuah dinding, walaupun ia berkarat, paku itu berguna bagi manusia.  

Sebagai penyangga, tempat gantungan, atau sebagai penyatu berbagai benda. Begitu pula kehidupan manusia. Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita, tidak sadar siapa diri kita, tidak tahu untuk apa kita di dunia, kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta lunta.Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada, selalu memandang negatif setiap peristiwa, membiarkan diri berlumur dosa, bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta, kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui.

Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang orang beriman.
Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. 

Lihat, apakah kita sudah tepat menempatkan diri.
Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah.
Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia.
Walaupun kecil, tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri


Jumat, 08 Juli 2011

Kuburan Tempat Terkaya di Dunia

Saat anda membaca kata "kuburan" apa yang muncul dalam pikiran anda?
Apakah anda akan langsung teringat orang-orang yang anda kasihi yang telah lebih dulu meninggalkan dunia ini? Atau anda teringat film tentang Drakula, Vampire, Kuntilanak, Forever Night, Simanis Jembatan Ancol, Pemburu Hantu, Dunia Lain, atau gambaran lain yang lebih menyeramkan? Atau mungkin yang muncul dalam pikiran anda adalah gundukan tanah dengan batu nisan di ujungnya?

Bila saya mendengar kata kuburan maka yang muncul dalam pikiran saya adalah suatu tempat yang paling kaya di dunia ini. Lho, kok bisa begitu? Benar, saya melihat gundukan tanah dan batu nisan yang bertuliskan nama, tanggal lahir – tanggal meninggal. Namun yang lebih saya perhatikan adalah garis kecil yang memisahkan tanggal lahir dan tanggal meninggal. Mengapa? Karena garis kecil inilah yang sebenarnya jauh lebih penting dari pada tanggal lahir atau tanggal meninggal seseorang. Garis kecil ini menggambarkan kehidupan yang telah dilalui seorang manusia, apa yang telah ia lakukan dalam  hidupnya, apa yang ia lakukan dengan hidupnya, prestasi apa saja yang telah ia capai baik untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya, untuk masyarakat, dan untuk umat manusia.

Garis kecil ini merupakan jawaban dari suatu pepatah bijak yang saya dengar bertahun-tahun lalu, yang masih sangat kuat mengiang di hati saya hingga saat ini, "God's gift to you is your life. What you do with your life is your gift back to God".

Mengapa saya mengatakan bahwa kuburan adalah tempat terkaya di dunia? Karena ada begitu banyak orang yang sebenarnya tidak hidup selama mereka hidup, hanya sekedar "ada" atau "exist", hingga mereka meninggal.

Lha, kalau mereka tidak hidup lalu apakah mereka telah meninggal? Bukan. Kebanyakan orang hanya sekedar "hidup – hidupan". Mengutip yang dikatakan Benjamin Franklin, "Most men die from the neck up at age 25 because they stop dreaming".

Saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Benjamin Franklin. Dan saya ingin menambahkannya menjadi, "Most men die from the neck up at age 25 not because they stop dreaming but because they don't have the courage, passion ,commitment, and burning desire to pursue their worthwhile dreams while they are awake and alive".

Seorang guru spiritual pernah berkata, "Dalam hidup ada kehidupan. Kita harus menghidupkan kehidupan ini agar kita benar-benar hidup di dalam hidup kita, tidak sekedar hidup-hidupan. Setelah kita benar-benar hidup, mengerti hidup, mengapa kita hidup, dan untuk apa kita hidup, baru kita dapat membantu orang lain untuk menghidupkan kehidupan mereka sehingga mereka benar-benar hidup di dalam kehidupan mereka".

Kuburan adalah tempat terkaya di dunia karena ada begitu banyak orang yang meninggal dengan membawa impian-impian besar mereka yang belum terwujud, ke dalam kubur. Mereka menyimpan semua harapan dan impian mereka tanpa mampu, sempat, atau berani mewujudkan impian mereka. Ada banyak faktor yang menyebabkan orang tidak hidup sesuai dengan potensi mereka. Ada banyak pencuri impian yang berkeliaran di sekitar kita, yang senantiasa siap mencuri impian-impian kita.

Lalu bagaimana caranya untuk bisa mengetahui impian kita yang sesungguhnya? Butuh waktu untuk melakukan perenungan mendalam. Impian hidup hanya bisa ditemukan melalui serangkaian proses perjalanan pencarian ke dalam diri (inner journey). Impian ini hanya bisa didapatkan bila kita sungguh-sungguh bangun, sadar, dan mencarinya secara sadar. Impian setiap orang berbeda dan bersifat sangat pribadi. Namun bila impian itu berasal dari lubuk hati terdalam, maka esensi setiap impian hidup pasti akan sama dan sangat mulia.

Bagaimana dengan impian anda? Sudahkan anda mengisi hidup anda yang amat singkat ini dengan impian berharga anda? Hanya kita sendiri yang bisa melakukan analisa diri dengan cermat dan jujur. Bukankah sangat menyedihkan jika mendengar seseorang berkata,”coba dulu saya melakukan... pasti keadaan hidup saya berbeda" atau "saya menyesal setelah kini sadar ternyata impian saya yang sesungguhnya adalah..."
Namun sayangnya sudah terlambat atau dia bahkan sama sekali tak tau apa impiannya sampai ajal menjelang.
Apakah anda pernah bertemu dengan orang-orang seperti ini atau mungkin…..anda sendiri?

Adi W.Gunawan


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More