Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juli 2011

Gelas keramik Cantik - Cerita Inspirasi

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah Gelas keramik yang cantik.
“Lihat gelas itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah gelas keramik yang tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek. Saat mereka mendekati gelas itu, tiba-tiba gelas yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi gelas yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian, ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata “belum!” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum!” Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak. Wanita itu berkata “belum!”. Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!. Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku”, kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkanku dekat kaca. Aku melihat diriku . Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah gelas keramik yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku. Renungan: Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagin-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemulian-Nya. “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh kedalam berbagai pencobaan, sebab kita tahu bahwa ujian terhadap kita mengahsilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna dan utuh tak kekurangan sesuatu apapun.”Apabila kita sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk kita. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, kita akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk kita


Senin, 04 Juli 2011

Terbakarkah pondokmu? -Cerita Inspirasi-

Satu-satunya penumpang kapal yang selamat terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Ia berdoa sungguh-sungguh supaya Tuhan menyelamatkannya.
Tiap hari dia pergi ke tepi pantai dan memandang ke kaki cakrawala menantikan pertolongan, tapi kelihatannya tak ada yang datang. Lalu menunggu, dia mulai membangun pondok kecil untuk berteduh dan menyimpan beberapa barang miliknya.
Suatu hari, pulang dari mencari makan, dia tiba di pondok dan menemukan pondok kecilnya terbakar api, asap membumbung tinggi ke langit. Hal yang terburuk terjadi : semua yang dia miliki habis terbakar. Dia terdiam dengan kecewa dan kemarahan. “Tuhan, mengapa Engkau lakukan ini terhadap saya?” dia berteriak dan menangis.
Keesokan pagi, dia terbangun oleh suara sebuah kapal yang mendekati pulau. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. “ Bagaimana engkau dapat tahu bahwa saya ada disini? “ tanyanya pada orang yang datang menyelamatkannya. “ Kami melihat sinyal asap-mu.” Jawab meraka.
Adalah mudah untuk menjadi kecewa ketika hal-hal memburuk. Tapi kita seharusnya tidak kehilangan hati, karena Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita, meskipun di tengah-tengah duka dan penderitaan. Ingatlah, suatu waktu ketika pondok kita terbakar hancur…itu mungkin suatu sinyal asap untuk menyatakan kemurahan Tuhan.



Minggu, 03 Juli 2011

SERIGALA - Cerita Inspirasi

Diceritakan seorang lelaki tua dari suku Navajo, kepada cucunya dia mengaku bahwa di dalam dirinya sesekali berkecambuk pertarungan yang sangat dahsyat. Dia merasa di dalam dirinya ada dua serigala yang berkelahi. Serigala pertama adalah serigala yang sangat buas.  Itulah serigala yang menjelmakan amarah, iri dengki, kesedihan, penyesalan, ketamakan, kesombongan, perasaan sengsara, rasa berdosa, kemarahan, rasa rendah diri, tak punya nyali untuk memperbaiki diri dan pikiran, takut berjuang mengejar kesuksesan, takut membuktikan kebenaran, takut belajar dari kisah perjalanan hidup orang lain dan belajar dari cermin batin dan mata hati orang-orang itu, dan banyak memakai alasan yang penuh kebohongan. Sedangkan serigala kedua adalah serigala yang sangat baik. Dialah penjelmaan rasa bahagia, kedamaian, cinta kasih, harapan, keteduhan jiwa, kerendahan hati, kebajikan, empati, kepeduliaan terhadap orang-orang yang telah menolong kita, kerelaan untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain, dan kesadaran bahwa takdir kita ada dalam genggaman kita sendiri.
                Cucunya memikirkan perkataan lelaki itu lalu bertanya : “Tetapi bagamana kek? Serigala mana yang menang?”
Kakeknya menjawab, “ Serigala yang menang adalah serigala yang kuberi makan”



Rabu, 29 Juni 2011

Yang manakah diri kita? (Cerita Inspirasi)

Seorang anak mengeluh kepada ayahnya tentang hidup yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan rasanya akan menyerah saja. Ia telah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan lain muncul.
Ayahnya, seorang juru masak tersenyum dan membawa anaknya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air di dalam ketiga panci tersebut mendidih. Pada panci pertama, ia memasukan sebutir telur. Lalu pada panci yang kedua dia memasukan sebutir wortel.Pada panci ketiga ia memasukan beberapa biji kopi. Ia membiarkan masing-masing mendidih. Selama itu ia terdiam seribu bahasa. Sang anak merasa penasaran dan tidak sabar menunggu apa yang dilakukan ayahnya.
Dua puluh menit kemudian sang ayah mematikan semua kompor. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakannya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dari panci yang lain dan meletakannya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkannya pada piring yang sama juga. Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya : ‘Apa yang kau lihat Nak?’ “wortel, telur dan kopi, “ jawab sang anak. Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anakya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu menjadi sangat lunak. Kemudian sang ayah meminta sang anak memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Kemudian sang ayah meminta anaknya memegang biji kopi dan mencicipi air kopi. Sang anak mengatakan bahwa biji kopi tetap keras, lalu ia tersenyum saat mincicipi aroma air kopi yang sedap itu.

“Apa maksud semua itu ayah?” tanya sang anak. Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih. Tetapi setelah direbus mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda.. sebatang wortel yang semula keras dan kuat, berubah menjadi lunak dan lemah. Sedangkan telur yang semula mudah pecah dan lemah, berubah menjadi keras dan kokoh. Lalu biji kopi berubah sangat unik, setelah direbus, biji itu tetap keras dan malah merubah air rebusannya menjadi penuh aroma kopi.
Maka yang manakah dirimu? Tanya si ayah pada anaknya. “Disaat kesulitan menghadang langkahmu. Perubahan apa yang terjadi pada dirimu?
Apakah menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi



Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More